Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.
So the attention and care is our key to get into one's heart :D
Rabu, 31 Agustus 2011
Jumat, 19 Agustus 2011
Sahabat
apakah kalian semua tahu..
hal terindah dapat bertemu kalian
hal yg takkan terlupakan oleh ku
yang akan selalu ada dalam ingatan
karena kalian selalu ada untukku
disaat senang maupun susah
saat ku berada diatas maupun dibawah
pasti kalian ada disampingku
canda tawa yang kita rasakan
hal tergila yang pernah kita lakukan
dan semua hal yang pernah kita lakukan
mungkin akan tinggal kenangan
sahabat ...
terima kasih atas semuanya
kenangan yang kalian beri telah memberiku makna
makna yang tak ternilai harganya
dan hanya kita yang mengetahui semuanya
walau waktu yang terus berputar
walau kita telah beranjak dewasa
walau kita terpisahkan jarak dan waktu
kalian tau, kalian tetap sahabatku ...
semua kenangan yang kita ukir bersama
tak akan pernah terlupakan olehku
akan kuingat sampai ku menutup mata
sebagai pengalaman hidupku
dan aku hanya dapat mengucapkan
terima kasih sahabat...
Giethoorn, Sebuah Desa Unik dan Bebas Dari Polusi
Giethoorn adalah sebuah desa di provinsi Overijssel Belanda. Terletak di kotamadya Steenwijkerland, sekitar 5 km barat daya Steenwijk. Giethoorn digunakan untuk menjadi kota "bebas polusi", di Belanda dikenal sebagai "Venesia dari Utara" atau "Venesia dari Belanda".

Desa ini menjadi terkenal, terutama setelah 1958, setelah pembuat film Belanda Bert Haanstra membuat film komedi yang terkenal "Fanfare" di sana. Oleh karena itu, Giethoorn merupakan daya tarik wisatawan internasional yg terkenal di Belanda.

Di bagian tua di desa, tidak ada jalan (saat ini ada jalur bersepeda), dan untuk mengangkut semua kebutuhan dilakukan dari air di sungai2 yg sangat banyak. Danau di Giethoorn dibentuk dengan menggali gambut.
Giethoorn didirikan oleh buronan wilayah Mediterania di sekitar 1230 AD. Giethoorn adalah kotamadya terpisah sampai 1973, ketika itu menjadi bagian dari Brederwiede.
Inilah Lokasinya

















Desa ini menjadi terkenal, terutama setelah 1958, setelah pembuat film Belanda Bert Haanstra membuat film komedi yang terkenal "Fanfare" di sana. Oleh karena itu, Giethoorn merupakan daya tarik wisatawan internasional yg terkenal di Belanda.

Di bagian tua di desa, tidak ada jalan (saat ini ada jalur bersepeda), dan untuk mengangkut semua kebutuhan dilakukan dari air di sungai2 yg sangat banyak. Danau di Giethoorn dibentuk dengan menggali gambut.
Giethoorn didirikan oleh buronan wilayah Mediterania di sekitar 1230 AD. Giethoorn adalah kotamadya terpisah sampai 1973, ketika itu menjadi bagian dari Brederwiede.
Inilah Lokasinya

Jalanannya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda.


Transportasi hanya menggunakan perahu.



Inilah tempat pembuatan perahunya.

Ini adalah lokasi terminalnya.

Transportasi umum yang ada disana (bisa disebut busnya).


Lingkungan asri yang dihadirkan disana.





Saat musim dingin tiba.


coba INDONESIA seperti ini hidup pasti tenang banget dah :D
Langganan:
Postingan (Atom)